Thursday, January 5, 2012

ANGKA...



Salah satu penemuan terpenting manusia adalah angka. Tanpa angka, manusia akan mengalami kesulitan mengungkapkan suatu bilangan atau jumlah. Setiap bangsa memiliki cara tersendiri untuk menulis dan mengucapkan sesuatu bilangan.

Bagaimanapun, tidak semua bangsa memiliki karakter atau lambang khusus penulisan angka. Bangsa Arab merupakan salah satu bangsa di dunia yang memiliki karakter khusus dalam penulisan angka. Bangsa lain adalah Romawi Kuno, yang memiliki karakter penulisan angka Romawi seperti I,II,III dan seterusnya. Angka 1,2,3,4 dan seterusnya adalah karakter angka yang kini paling banyak digunakan.

Angka dikatakan dicipta oleh tamadun India yang kemudian diadaptasi oleh bangsa Arab pada masa awal kegemilangan Islam (sekitar abad ke-7).

Selama berabad-abad, penulisan angka ini diterapkan oleh ilmuwan dan penulis Arab Muslim. Di dunia Arab sendiri, penulisan angka seperti ini kini tidak popular lagi. Sebagai gantinya, orang Arab kini memiliki penulisan sendiri.

Abjad Arab

Orang Arab moden tidak menggunakan angka yang mereka ciptakan sekitar 1,300 tahun silam. Sebagai gantinya, mereka menciptakan sendiri angka yang berbeza. Terdapat dua penulisan yang mereka kembangkan: penulisan angka Arab moden dan penulisan angka dengan abjad Arab.

Angka India

Para ilmuwan tidak mengetahui secara pasti asal-usul angka Arab yang kini banyak dipergunakan. Beberapa sumber menyebutkan bahawa bangsa Arab terpengaruh oleh cara penulisan angka India. Meskipun telah menggunakan angka itu sejak abad ke-3 SM, orang India baru menggunakan angka sifar (0) pada abad ke-7, setelah orang Arab Muslim menemukan bilangan sifar (kosong) ini dari India. Dalam pengertian di India, sifar disebut sunya yang bererti “kosong”.

Skema munculnya angka yang kita gunakan sekarang, yakni angka Arab. Sistem angka Arab terutama dikembangkan oleh al-Khawarizmi (ahli matematik awal abad ke-9) yang mengambil susunan angka decimal dari sistem angka India. Pada abad ke-12, bukunya mulai dikenali di Eropah, lalu orang Eropah mengambil sistem angka Arab tersebut untuk menggantikan angka Romawi.

Angka Arab Klasik

Penemuan angka oleh kaum Arab Muslim kemudiannya tersebar luas dengan cepat. Kerajaan baru Islam di Asia Tengah dan Eropah (Sepanyol khususnya) mengetahui angka ini menerusi para pedagang dan orang yang datang ke wilayah taklukan Islam itu. Di Eropah, angka Arab diterima dengan baik.

Angka ini menggantikan penulisan angka Romawi yang dianggap lebih rumit, komplek dan panjang. Ketika mesin cetak pertama kali ditemukan pada abad ke-14, angka Arab menjadi pilihan utama. Sejak itulah angka Arab klasik tersebar luas dan digunakan di seluruh Eropah.

Sistem Digit

Bangsa Arab Muslim mengembangkan penulisan angka yang diadaptasi dari India seperti yang kita kenal sekarang: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 0 (angka sifat – kosong – adalah penemuan asli ilmuwan Arab Muslim).

Untuk angka yang jumlahnya melebihi bilangan sepuluh, bangsa Arab Muslim menggunakan sistem digit dalam penulisannya. Misalnya, untuk menyebut bilangan “tiga ratus lima puluh sembilan” dalam angka Arab ditulis 359. Digit 3 mewakili nilai tiga ratus, 5 mewakili nilai lima puluh dan 9 mewakili nilai sembilan.

Begitu juga bilangan “enam ribu lima” ditulis 6005. Di sini, digit 6 memiliki nilai enam ribu, dan lima memiliki nilai lima, sedangkan 0 (sifar – kosong) menempati posisi kosong yang tidak memiliki nilai.


Susunan ANISAH ABDUL HAMID

Merry Christmas Bukan Hari Kelahiran Jesus Tetapi Hari Memperingati Berhala



Tulisan ini bukanlah untuk mengajak pembaca merayakan perayaan natal (krismas), tetapi untuk memberikan pengetahuan dan fakta di sebalik natal, sebagai umat Islam kita semua meyakini tentang Nabi Isa 'alaihissalam berdasarkan al-Quran dan Sunnah.

Umat ​​kristian percaya bahawa 25 Disember adalah tanggal hari kelahiran Jesus (dalam keyakinan umat Islam adalah Nabi Isa 'alaihissalam). Adakah benar dakwaan itu?. Adakah natal adalah ajaran yang dinyatakan di dalam Bible?

Sejarah Krismas

Kata Christmas (Natal) bermaksud Mass of Christ atau disingkat Christ-Mass, sebagai hari untuk merayakan kelahiran "Jesus". Perayaan yang disambut oleh sesetengah bukan Kristian dan semua orang Kristian ini berasal dari ajaran Gereja Kristian Katolik Rom. Tetapi dari manakah mereka mendapatkan ajaran itu? Krismas bukan dari ajaran Bible (Alkitab) dan Jesus tidak pernah memerintahkan umat Kristian untuk merayakannya. Sebenarnya perayaan yang terkandung di dalam ajaran Kristian Katolik Rom pada abad ke-4 ini berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala.

Kerana perayaan Krismas yang diadakan di seluruh dunia ini berasal dari Katolik Rom, dan tidak mempunyai dasar dari kitab suci, maka marilah kita melihat penjelasan dari Katolik Rom dalam Catholic Encyclopedia, edisi 1911, dengan judul: Christmas. Anda akan menemui ayat yang dinyatakan seperti di bawah: :

"Christmas was not among the earliest festivals of Church ... the first evidence of the feast is from Egypt . Pagan customs centering around the January calends gravitated to Christmas ".

Maksudnya: "Krismas bukanlah upacara Gereja yang pertama .... Upacara ini dipercayai berasal dari Mesir. Perayaan yang diadakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari ".


Populariti Santa Claus mendominasi Hari Krismas melebihi kisah Jesus


Dalam Ensiklopedia itu juga menyatakan di dalam judul Christmas Day, Paderi Katolik pertama mengakui bahawa:

"In the Scriptures, no one is recorded to have kept a feast or held a great banquet on his birthday. It is only sinners (like Pharaoh and Herod) who make great rejoicings over the day in which they were born into this world " .

Bermaksud: "Di dalam kitab suci, tidak ada seorang pun yang mengadakan upacara atau mengadakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Jesus. Hanya orang-orang kafir (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta merayakan hari kelahirannya di dunia ini ".

Encyclopedia Britanica terbitan tahun 1946 menjelaskan seperti berikut:

"Christmas was not among the earliest festival of the church .... It was not instituted by Christ or the apostles, or by Bible authority, it was picked up afterward from paganism ".

Bermaksud: "Krismas bukanlah upacara gereja abad pertama. Perkara ini tidak pernah diajarkan oleh Jesus, dikalangan muridnya, ataupun Bible. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan penyembah berhala".

Encyclopedia Americana terbitan tahun 1944 juga menyatakan hal yang sama:

"Christmas .... It was, according to many authorities, not celebrated in the first centuries of the Christian church, as the Christian usage in general was to celebrate the death of remarkable persons rather than their birth ... "(The" Communion ", which is instituted by New testament Bible authority, is a memorial of the death of Christ). "... A feast was established in memory of this event [Christ 's birth] in the fourth century . In the fifth century the Western Church ordered it to be celebrated forever on the day of the old Roman feast of the birth of Sol , as no certain knowledge of the da of Christ 's birth existed ".

Maksudnya: "Menurut kebanyakan pakar sejarah Kristian, Krismas tidak pernah dirayakan oleh gereja Kristian pada awal abad. Secara umumnya, umat Kristian hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka sahaja, dan tidak pernah merayakan hari kelahrian orang tersebut ... ". ("Perjamuan Suci" yang tertera di dalam Kitab Perjanjian Baru, hanyalah untuk mengenang hari kematian Jesus). "... Perayaan Krismas yang dianggap sebagai hari kelahiran Jesus, mula dirayakan pada abad keempat Masihi. Pada abad kelima Masihi, Gereja Barat memerintahkan umat Kristian untuk merayakan hari kelahiran Jesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Rom yang merayakan hari Kelahiran Sol (Dewa Matahari). Ini disebabkan tidak ada seorang pun yang mengetahui hari kelahiran Jesus ".

Fakta sejarah telah mendedahkan kepada kita bahawa mulai lahirnya gereja Kristian pertama sehinggalah dua atau tiga ratus tahun kemudian, upacara Krismas tidak pernah disambut dan dirayakan oleh umat Kristian. Baru setelah abad keempat, perayaan ini mula dirayakan oleh orang-orang Kristian Barat, Kristian Rom, dan Gereja. Menjelang abad kelima, Gereja Rom memerintahkan untuk merayakan sebagai hari raya umat Kristian yang rasmi.

Jesus Tidak Lahir Pada Tarikh 25 Disember

Sungguh sangat mustahil jika Jesus dilahirkan pada musim sejuk (Di wilayah Yudea, setiap bulan Disember adalah musim hujan dan suhunya sangat sejuk). Injil Lukas 2:11 menceritakan suasana di saat kelahiran Jesus:

"Di kawasan itu terdapat gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternakan mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan berdekatan dengan mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kegembiraan yang besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu penyelamat, iaitu Kristus, di bandar Daud".

Lokasi Yudea (Judaea)

Tidak mungkin para penggembala itu berada di padang Yudea pada bulan Disember. Kebiasaannya mereka melepaskan binatang ternakan ke padang dan lereng-lereng gunung. Paling lambat ternakan tersebut dimasukkan ke dalam kandang untuk mengelakkan hujan dan cuaca sejuk ialah pada 15 Oktober. Bible sendiri dalam Perjanjian Lama, kitab Kidung Agung 2 dan Ezra 10:9,13 menjelaskan bahawa bila musim sejuk tiba, tidak mungkin para gembala dan ternakannya berada di padang terbuka pada malam hari.

Cuaca di Jerusalem (terletak di dalam kawasan Yudea)

Salji di Jurusalem pada bulan Disember (Berlaku walaupun tidak kerap)

Adam Clarke berkata:

"It was an ancient custom among Jews of those days to send out their sheep to the field and desert about Passover (early spring), and bring them home at commencement of the first rain" [Adam Clarke Commentary, Vol. 5, Page 370, New York].

Maksudnya: "Adalah kebiasaan sejak dari dahulu lagi, orang-orang Yahudi menggiringi kambing-kambing mereka ke padang menjelang Paskah (awal musim bunga), dan membawanya pulang pada permulaan hujan pertama".

Adam Clarke meneruskan:

"During the time they were out, the shepherds watch them night and day. As .... The first rain began early in the month of Marcheshvan, which answers to part of our October and November (begins sometimes in October), we find that the sheep were kept out in the open country during the whole summer. And, as these shepherd had not yet brought home their flocks, it is presumptive argument that October had not yet commenced, and that, consequently, our Lord was not born on the 25th of December, when no flock were out in the fields; nor could He have been born later than September, as the flocks were still in the fields by night. On this very ground, the Nativity in December should be given up".

Maksudnya: "Semasa kambing-kambing berada di luar, penggembala akan mengawasinya siang dan malam. Apabila hujan pertama mulai turun pada bulan Marchesvan (antara bulan Oktober dan November), ternakan-ternakan itu mula dimasukkan ke dalam kandangnya. Kita mengetahui bahawa kambing-kambing itu dilepaskan di padang terbuka semasa musim panas. Disebabkan para penggembala belum membawa pulang kambing-kambingnya, ini menunjukkan bulan Oktober belum tiba. Disini dapat disimpulkan bahawa Jesus tidak lahir pada tarikh 25 Disember, ketika tidak ada kambing ternakan yang berkeliaran di padang yang terbuka. Juga tidak mungkin beliau dilahirkan selepas bulan September kerana di bulan September inilah kambing-kambing masih berada di padang waktu malam. Dari pelbagai bukti yang ada, kemungkinan beliau lahir di bulan Disember amatlah mustahil.

Kambing-kambing meragut di padang pada musim panas

Dalam ensiklopedia yang bertaburan di seluruh dunia mahupun di laman-laman web dan dalam kitab suci Kristian sendiri mengatakan kepada kita bahawa Jesus tidak lahir pada tarikh 25 Disember. Catholic Encyclopdia sendiri secara tegas dan terang-terangan mengakui fakta ini.

Tidak ada seorang pun yang mengetahui bilakah hari kelahiran Isa yang sebenarnya. Jika kita meneliti dari bukti-bukti sejarah dan kitab suci Kristian sendiri, saya boleh membuat kesimpulan bahawa Jesus lahir pada awal musim gugur (yang dianggarkan jatuh pada bulan September), atau sekitar 6 bulan selepas hari Paskah.

Jika Tuhan menghendaki kita untuk mengingat-ingat dan merayakan hari kelahiran Jesus, nescaya Dia tidak akan menyembunyikan hari kelahirannya.

Proses Krismas Masuk ke Gereja

New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge dalam artikelnya yang bertajuk "Christmas "menghuraikan dengan jelas seperti berikut:

"How much the date of the festival depended upon the pagan Brumalia (Dec. 25) following the Saturnalia (Dec. 17-24), and celebrating the shortest day of the year and 'the new sun' ... can not be accurately determined. The pagan Saturnalia and Brumalia were too deeply entrenched in popular custom to be set aside by Christian influence ... The pagan festival with its riot and marrymaking was so popular that Christians were glad of an excuse to continue its celebration with little change in spirit and in manner . Christian preachers of the West and the Near East protested against the unseemly frivolity with which Christ 's birthday was celebrated, while Christians of Mesopotamia accused their Western brethren of idolatry and sun worship for adopting as Christian this pagan festival".

Maksudnya: "Sunguh banyak tarikh perayaan yang berkaitan pada kepercayaan pagan dan penyembah berhala Brumalia (25 Disember) sebagai lanjutan dari perayaan Saturnalia (17-24 Disember), dan perayaan menjelang akhir tahun, serta perayaan menyambut kelahiran matahari baru .... Tidak dapat ditentukan secara pasti (jumlahnya). Adat kepercayaan pagan Brumalia dan Saturnalia sudah berakar dan popular dalam adat istiadat masyarakat ketika itu dan telah diambil oleh Kristian. Perayaan ini dirayakan oleh Kristian dengan mengubah sedikit tata caranya. Para paderi Kristian di Barat dan Timur menentang perayaan kelahiran Jesus ini yang meniru agama berhala ini. Di samping itu, Kristian Mesopotamia menuding jari kepada Kristian Barat yang telah menerima model penyembahan terhadap dewa Matahari".

Menjelang abad pertama hingga abad keempat Masihi, dunia dikuasai oleh empayar Rom yang mengamalkan dan mempercayai agama Pagan. Sejak agama Kristian masih di awalan sehinggakan berkembang pesat, para pemeluknya diseksa oleh penguasa Rom. Setelah Constantine menaiki tahta menjadi maharaja, kemudian memeluk agama Kristian pada abad keempat Masihi, dan meletakkan agama sejajar dengan agama pagan Rom, rakyat Rom beramai-ramai memeluk agama Kristian.




Disebabkan mereka sudah terbiasa meraikan hari kelahiran dewa-dewa pada 25 Disember, menyebabkan adat tersebut sukar dibuang. Perayaan ini adalah pesta yang penuh dengan kemeriahan dan sangat disukai oleh rakyat. Mereka tidak mahu kehilangan hari kegembiraan seperti itu. Oleh kerana itu, walaupun sudah memeluk agama Kristian, mereka tetap memelihara upacara adat itu. Di dalam artikel yang sama, New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge menjelaskan bagaimana maharaja Constantine tetap merayakan hari "Sunday" sebagai hari kelahiran dewa matahari. Dan bagaimana pengaruh kepercayaan kafir Manichaeisme yang menyamakan sifat Anak Tuhan (Jesus) dengan Sun Gods. Kemudian pada abad keempat masihi, kepercayaan itu telah memasuki ke dalam agama Kristian. Sehingga perayaan hari kelahiran Sun-God (Dewa Matahari) yang jatuh pada tarikh 25 Disember, dirasmikan menjadi hari kelahiran Son of God (Jesus).

Demikianlah asal-usul "Christmas" atau Krismas yang diciptakan oleh dunia barat dan dirayakan sehingga sekarang. Walaupun namanya ditukar menjadi selain Sun-Day, Son of God, Christmas, dan Krismas, pada hakikatnya tujuannya tetap sama iaitu meraikan hari kelahiran dewa matahari. Sebagai contoh, kita boleh menamakan arnab dengan nama singa, tetapi fizikalnya tetap arnab.


source: The Plain Truth About Christmas oleh Herbert W. Armstrong (1892-1986 - Worldwide Church of God, California USA 1984).

SAYYIDAH NAFISAH

Makam Sayyidah Nafisah, Kaherah, Mesir

Sayyidah Nafisah dilahirkan pada tahun 145 Hijrah. Beliau merupakan anak kepada Sayyidina Hassan bin Ali bin Abi Talib, iaitu cicit kepada Nabi s.a.w. Sayyidah Nafisah dinikahkan dengan Mu'tamin bin Ja'far As Siddiq yang juga merupakan keturunan Rasulallah s.a.w. Setelah berkahwin dengan suaminya, beliau telah mengikuti suaminya ke Mesir.

Sayyidah Nafisah adalah seorang yang sangat kuat beribadah kepada Allah. Siang hari dia berpuasa sunat sedangkan pada malamnya dia bertahajjud menghidupkan malam dengan berzikir dan membaca Al Quran. Dia sungguh zuhud dengan kehidupannya. Hatinya langsung tidak terpaut dengan kehidupan dunia yang menipu daya. Jiwanya rindu dengan syurga Allah dan sangat takut dengan syurga Allah. Disamping itu Sayyidah Nafisah sangat taatkan suaminya. Beliau sangat mematuhi perintah suami dan melayan suaminya dengan sebaik-baiknya.

Terlalu banyak kisah mengenai kehebatan Sayyidah Nafisah, yang merupakan seorang wali wanita yang dapat menjadi contoh kepada wanita di akhir zaman ini. Diantaranya, semasa di Mesir, jirannya adalah seorang yahudi. Anak perempan mereka lumpuh. Suatu hari siibu hendak pergi ke satu tempat, sedangkan suaminya tiada di rumah. Lalu siibu mencadangkan agar anaknya itu tinggal sementara waktu di rumah Sayyidah Nafisah. Sianak bersetuju, lalu dihantar ke rumah Sayyidah Nafisah yang sememangnya sangat menghormati tetamu. Anak wanita yahudi itu diletakkan di satu sudut di rumah Sayyidah Nafisah, dan ketika itu azan pun berkumandang menandakan masuk waktu sembahyang.

Sayyidah Nafisah yang menunggu waktu solat meminta kebenaran tetamunya untuk segera bersolat. Sayyidah Nafisah lalu dihadapan anak wanita Yahudi yang lumpuh itu untuk mengambil wudhuknya. Setelah selesai, beliau lalu lagi dihadapan anak wanita yahudi tersebut dan air wudhu Sayyidah Nafisah jatuh dihadapannya. Lalu datanglah ilham kepada anak yahudi yang lumpuh itu untuk menyapu air wudhu Sayyidah Nafisah yang jatuh itu ke kakinya. Dengan izin Allah, kakinya yang lumpuh itu bergerak-gerak dan terasa boleh berjalan, sedangkan Sayyidah Nafisah tetap khusyuk mengerjakan solat.

Kemudian, terdengarlah pula ibunya telah balik dan mengetuk pintu, sedangkan di waktu itu Sayyidah Nafisah masih lagi mengerjakan solat. Anak perempuan Yahudi itu memberanikan diri dengan berdiri dan ternyata dia mampu berdiri setelah menyapukan air wudhu Sayyidah Nafisah yang jatuh di hadapannya. Dia membuka pintu dan memeluk ibunya. Ibunya sangat terkejut, dan bertanya apa yang telah terjadi, anak wanita Yahudi yang lumpuh itu menceritakan segala-galanya. Air wudhuk Sayyidah Nafisah yang jatuh dihadapannya itu telah menjadi penawar untuk menyembuhkan sakit lumpuh yang telah dialaminya sekian lama. Menangislah si ibu mendengarkan hal yang sangat ajaib itu. Lalu dia mendapatkan Sayyidah Nafisah, dan memeluknya seraya berkata: "Aku mengaku bahawa engkau adalah cucu Rasulullah dan datukmu itu adalah Rasul Allah dan Allah adalah Tuhan sekalian alam." Islamlah perempuan Yahudi tersebut. Melihatkan hal tersebut Sayyidah Nafisah memberitahu itu semua adalah kehendak dan izin Allah semata-mata.

Wanita Yahudi dan anaknya yang telah Islam itu kembali ke rumahnya dan bertemu pula dengan suaminya yang bernama Ayub. Dan dia sangat terkejut melihatkan anaknya telah boleh berjalan. Mendengarkan penjelasan dari isteri dan anaknya, Ayub menadah tangannya lalu berkata:

" Maha suci engkau ya Allah ! Engkau sesatkan orang yang engkau kehendaki dan engkau beri petunjuk kepada sesiapa yang engkau kehendaki. Demi Allah, benarlah agamamu ini."

Sejak itu Ayub dan keluarganya Islam, maka kemudian ramailah orang-orang Yahudi yang menjadi kenalan Ayub pula Islam, setelah mendengar kisah Ayub dan keluarganya.

Demikianlah salah satu dari kisah yang sangat menyentuh perasaan bagaimana dengan air wudhunya sahaja Sayyidah nafisah telah mengislamkan berapa ramai orang. Hal yang demikian adalah dengan kehendak Allah jua. Sayyidah Nafisah adalah seorang yang terkenal zuhud dan mengasihi manusia yang lain. Pernah satu ketika, beliau menerima wang sebanyak 1000 dirham dari raja untuk keperluan dirinya. Beliau telah membahagikan wang tersebut kepada fakir miskin sebelum sempat memasuki rumahnya. Wang hadiah dari raja itu sedikit pun tidak diambilnya untuk kepentingan dirinya. Semuanya disedekahkan kepada fakir dan miskin. Demikianlah dermawannya sayyidah Nafisah terhadap fakir miskin.

Sayyidah Nafisah menghembuskan nafasnya yang terakhir pada tahun 208 hijrah sewaktu sedang membaca Al Quran dan sedang berpuasa. Beliau telah dikuburkan di dalam kubur yang telah dibinanya sendiri di dalam rumahnya. Kubur yang dibinanya itu adalah untuk beliau sentiasa mengingatkan akan kematian. Sewaktu disembahyangkan sangat ramai orang yang menghadirinya. Sehingga kini maqamnya diziarahi oleh pengunjung dari seluruh pelusuk dunia. Demikian kehebatan yang Alah anugerahkan kepada Sayyidah Nafisah Al Hassan yang terkenal dengan kewarakan kepada Allah dan ketaatannya kepada suami. Semoga ianya menjadi contoh buat genarasi wanita akhir zaman ini.

SIBUK, SIBUK DAN SIBUK...


Sebagai peringatan kepada diri sendiri

Dalam suatu mesyuarat antara iblis, syaitan dan jin :

“Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke Masjid, Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Quran dan mencari kebenaran, Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka Allah dan nabi mereka Muhammad, semasa mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh.”

“Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke Masjid. TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga Mereka tidak lagi ada masa untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Inilah yang akan kita lakukan,” kata iblis.

”Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan mendekatkan dirinya kepada Allah dan terus perhatikan kegiatannya sepanjang hari!.

“Bagaimana kami melakukannya?” tanya syaitan dan jin.


“Sibukkan mereka dengan perkara-perkara yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipudaya untuk menyibukkan fikiran mereka”. Jawab sang iblis

“Goda mereka agar suka BELANJA, BELANJA DAN BELANJA SERTA BERHUTANG, BERHUTANG DAN BERHUTANG”.

“Pujuk isteri-isteri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan suami-suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 – 12 jam sehari, sehingga mereka merasa bahawa hidup ini sangat kosong. Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka.”

“Jika keluarga mereka mula tidak harmoni, maka mereka akan merasa bahawa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan penat pulang dari bekerja”. “Berterusan mendorong berfikir begitu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di dalam rumah mereka sendiri.”

“Pikat mereka untuk membunyikan radio atau CD semasa mereka memandu”.

“Goda mereka untuk menyintai TV, VCD, CD, DVD dan PC di rumah. Sepanjang hari. Bunyikan muzik berterusan di semua restoran, kedai dan pasaraya di dunia ini.”

“Perkara ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merosakkan hubungan mereka dengan Allah dan RasulNya”

“Penuhkan meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid”. “Isikan pendengaran mereka dengan berbagai berita dan gosip serta hiburan selama 24 jam sehari agar mereka terlupa akan Al-Quran”

“Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan di jalanan”. “Banjiri kotak surat mereka dengan maklumat tidak berguna, katalog-katalog, tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan.

“Muatkan gambar wanita yang cantik dan yang langsing dan berkulit gebu di majalah dan TV, untuk menggoda suami-suami berfikir bahawa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat suami-suami tidak tertarik lagi pada isteri-isteri mereka”

“Buatlah isteri-isteri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala”.

“Jika isteri-isteri tidak memberikan cinta yang diinginkan suaminya, maka suami akan mula mencari di luar”. “perkara inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga”

“Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka Al-Quran.”

“Sibukkan mereka sehingga tidak lagi ada masa untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ke tempat-tempat hiburan, sukan, fitness, pasaraya, pertandingan-pertandingan, konsert musik dan sebagainya.”

“Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK DAN SIBUK.” “Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang sehaluan, bisikkan gosip-gosip dan perbualan yang tidak bererti, sehingga percakapan mereka tidak nampak apa-apa.

Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan dunia yang akan membuat mereka tidak ada masa untuk mengkaji kebesaran Allah.” “Dan Dengan segera mereka akan merasa bahawa keberhasilan, kebaikan/kesihatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan dengan izin Allah).”

“PASTI BERJAYA, PASTI BERJAYA..” “PERANCANGAN YANG BAGUS.”

Iblis, syaitan dan jin kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas MEMBUAT MUSLIMIN DAN MUSLIMAT MENJADI LEBIH SIBUK, LEBIH KELAM KABUT, DAN HURA-HURA”.

“Dan hanya meluangkan sedikit sahaja masa buat Allah Taala.”

“Tidak lagi ada masa untuk bersilaturahim dan saling mengingatkan sesama sendiri akan Allah dan RasulNya”.

Tuesday, January 3, 2012

KISAH PERUNTUH MASJID BABRI MEMELUK ISLAM



BERAPA ramai di antara kita masih mengingati tragedi ummah yang berlaku pada tahun 1992? Iaitu pada tarikh 6 Disember tahun itu, Masjid Babri di Ayodhya, India tidak dapat dipertahankan dan diselamatkan apabila institusi suci umat Islam itu dimusnahkan oleh puak pelampau Hindu.

Seramai 150,000 pejuang nasionalis Hindu yang tidak dapat dihalang memusnahkan masjid itu dalam konflik berpanjangan perebutan antara Hindu dan Muslim di India.

Salah seorang pelampau Hindu atau lebih tepat, dalang untuk meruntuh dan memusnahkan Masjid itu merupakan seorang pemuda yang bernama Shive Prasad berasal dari Faisabad, iaitu daerah di mana terletaknya masjid itu.

Prasad ialah ketua sebuah parti politik Bajrang Dal yang diberi kepercayaan dan tanggungjawab ‘suci’ untuk mengetuai hampir 4,000 penduduk kampungnya, Kar Sevak bagi memastikan masjid itu akhirnya runtuh.

Tindakan melampau untuk meruntuhkan masjid purba itu telah dirancang dengan baik oleh Prasad. Beliau memberi arahan dan latihan yang secukupnya kepada para pengikutnya seramai 4,000 orang itu bagi memastikan rancangan itu berjaya.


Satu tindakan yang melanggar undang-undang apatah lagi menghormati perasaan penduduk Islam yang lain.

Sedangkan masjid itu merupakan salah sebuah masjid terbesar di negeri Uttar Preadesh, utara India dengan bilangan umat Islamnya seramai 31 juta orang.

Pada hari kejadian itu, Prasad tidak sahaja menceroboh masuk malah berjaya memanjat kubah besar masjid dan bersama pengikut-pengikut yang lain mereka berjaya menawan masjid itu. Kemudian bersorak gembira apabila mereka akhirnya berjaya meruntuhkan kubah dan keseluruhan masjid tersebut.

Mereka melaung-laungkan perkataan “Ram! Ram!” sebagai tanda kemenangan kononnya masjid itu akhirnya berjaya jatuh ke tangan pelampau Hindu.

Prasad puas hati kerana berjaya mengembalikan hak penganut Hindu yang kononnya masjid Babri itu dibina atas tapak kuil, yang dibina bagi memperingati tempat kelahiran tuhan mereka yang bernama Rama.


Namun tujuh tahun selepas kejadian itu, pada tarikh yang sama kejadian runtuhan Masjid Babri itu, Prasad akhirnya sujud memohon ampun kepada Allah atas ‘kejahatan’ beliau terhadap Masjid Babri itu. Malah beliau berpuasa dan menyesali sehingga mengalir air mata memohon Allah mengampuninya yang tergamak meruntuhkan rumah ibadat itu.

Kuasa Allah

Ya, pada tarikh 6 Disember 1999 itu, dengan kuasa Allah, Prasad memeluk Islam dan menukar namanya kepada Mohammed Mustafa.

Berita pengislaman pemuda itu disiarkan oleh Malayalam News keesokan harinya iaitu pada 7 Disember 1999 yang kemudiannya dipetik oleh Arab News Publications di Arab Saudi.

Berita itu amat mengejutkan apabila melihat sendiri latar belakang Prasad, terutama bapanya, Trigal Ramanathan merupakan Ketua Puak Sangh Parivar di mana seluruh puak itu terbabit secara aktif dalam usaha meruntuhkan Masjid Babri.


Menurut pemuda ini, sejak kejadian runtuhan masjid itu, Prasad dihantui perasaan bersalah sehingga begitu menekan jiwanya. Walaupun pada tangannya masjid itu akhirnya runtuh, namun ia tidak menjanjikan kedamaian berikutan beliau merasakan telah melakukan satu dosa yang amat besar.

Mungkin dengan keluar dari India, Prasad mengharap beliau tidak lagi diburu oleh perasaan bersalah itu. Lalu beliau mencari pekerjaan di Sharjah salah sebuah negara anggota Emiriah Arab Bersatu (UAE).

Namun fikirannya masih tidak tenang walaupun beliau menyibukkan diri dengan pekerjaan dan suasana yang baru di negara itu.

Sehinggalah pada 4 Disember tahun 1998, pada hari itu beliau berjalan seorang diri di sebatang jalan di bandar Sharjah. Secara tiba-tiba beliau terdengar suara khatib dari sebuah masjid berhampiran. Menariknya, khutbah itu disampaikan dalam bahasa Urdu dan beliau dapat mengikuti khutbah itu dengan jelas.

Prasad berhenti untuk mendengar khutbah itu dan alangkah terkejutnya pemuda ini apabila sang khatib menyebutkan bahawa Allah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu, mampu mengubahkan hati-hati yang tidak mempercayai kewujudan-Nya selama ini.

Sejurus mendengar khutbah itu sehingga akhir, semacam satu perasaan yang tenang menyelinap masuk ke hatinya. Malah seolah-olah telah tercabut satu beban besar yang selama ini menyebabkan fikirannya menjadi begitu serabut.

Segala puji-pujian terhadap Allah yang akhirnya telah memberi hidayah dan membukakan hatinya walaupun dirinya telah melakukan kesalahan yang lazimnya sukar untuk diterima apatah lagi dapat dimaafkan.

Namun berita Prasad memeluk Islam itu tidak sahaja menimbulkan kemarahan keluarga. Malah akibat tidak dapat menanggung malu, Prasad akhirnya dibuang oleh keluarganya sendiri. Beliau tidak dibenarkan pulang semula ke India, kalaupun dia pulang juga maka nyawanya akan terancam.

Berita pengislaman Prasad itu juga menyebabkan parti-parti politik dan pelbagai pertubuhan Hindu yang menyokong tindakan beliau beliau meruntuhkan Masjid Babri turut marah dan mengancam untuk membunuhnya tanpa mengira masa dan tempat.


Namun apa pun ancamannya Prasad tetap teguhkan imannya terhadap Islam. Islam menjadikan beliau seorang manusia ‘baru’ yang dahagakan kebenaran sehinggakan dalam tempoh yang masih baru mengenal Islam beliau berjaya menghabiskan bacaan dan mempelajari 17 surah dalam al-Quran. Malah beliau bersungguh-sungguh untuk khatam kitab suci itu.

Cita-citanya kini adalah untuk berkongsi kebenaran mengenai Islam dengan orang lain termasuk ahli-ahli keluarganya sendiri.

“Kalau itu diizinkan Allah, bukan soal dosa saya akhirnya tertebus sudah.

“Tetapi sekurang-kurangnya itulah sumbangan saya terhadap Islam di samping perbuatan saya itu juga telah melukakan hati jutaan umat Islam dan saya mahukan mereka juga memaafkan saya dengan sekurang-kurangnya saya membina semula apa yang telah saya runtuhkan,” ujarnya sayu.







Susunan SITI AINIZA KAMSARI
dipetik dari Utusan Online

PENEMUAN SAINTIFIK DISEBALIK KHALWAT PASANGAN BUKAN MAHRAM



Larangan untuk tidak berkhalwat (berdua-duaan) antara seorang lelaki dan wanita yang bukan mahram selama ini dipatuhi seorang mukmin sebagai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tapi, jarang dari kita yang mengetahui sebab ilmiah disebalik perintah itu.

Kenapa hal tersebut dilarang dan dianggap berbahaya oleh syariat Islam? Bahagian tubuh kita yang mana yang ternyata berpengaruh terhadap keadaan khalwat itu?

Baru-baru ini, satu kajian membuktikan bahaya berkhalwat tersebut.

Para penyelidik di Universiti Valencia menegaskan bahawa seorang yang berkhalwat dengan wanita menjadi daya tarikan yang akan menyebabkan kenaikan sekresi hormon kortisol. Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terjadinya stres dalam badan. Walaupun subjek kajian cuba untuk melakukan kajian atau hanya berfikir tentang wanita yang sendirian denganya hanya dalam sebuah simulasi kajian. Namun hal tersebut tidak mampu menghalang tubuh dari perembesan hormon tersebut.

“Cukuplah anda duduk selama lima minit dengan seorang wanita. Anda akan mempunyai perkadaran tinggi dalam peningkatan hormon tersebut,” inilah penemuan kajian saintifik baru-baru ini yang disiarkan di dalam Daily Telegraph!

Para saintis mengatakan bahawa hormon kortisol sangat penting bagi tubuh dan berguna untuk prestasi tubuh tetapi dengan syarat mampu meningkatkan perkadaran yang rendah, tetapi jika meningkat hormon dalam tubuh dan berulang terus proses tersebut, maka yang demikian boleh menyebabkan penyakit serius seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi dan mengakibatkan diabetes dan penyakit lain yang mungkin meningkatkan nafsu seksual.

Bentuk yang menyerupai alat proses hormon kajian tersebut berkata bahawa stres yang tinggi hanya berlaku ketika seorang lelaki berkhalwat dengan wanita asing (bukan mahram), dan stres tersebut akan terus meningkat pada masa wanitanya memiliki daya tarikan lebih besar! Tentu saja, ketika seorang lelaki bersama-sama dengan wanita yang merupakan saudaranya sendiri atau saudara dekat atau ibunya sendiri tidak akan berlaku kesan daripada hormon kortisol. Seperti halnya ketika lelaki duduk dengan seorang lelaki, hormon ini tidak naik. Tetapi hanya berlaku ketika bersendirian dengan seorang lelaki dan seorang wanita bukan mahram.

Para penyelidik mengatakan bahawa lelaki ketika ada perempuan asing disisinya, dirinya dapat membayangkan bagaimana membina hubungan dengannya (jika tidak emosional), dan dalam kajian lain, para saintis menekankan bahawa situasi ini (untuk melihat wanita dan berfikir tentang mereka) jika berulang, mereka berisiko untuk mengidap penyakit kronik dan masalah psikologi seperti kemurungan.

Nabi saw mengharaman khalwat

Kita semua tahu hadis yang terkenal yang mengatakan: “Tidaknya ada orang yang seorang lelaki berkhlawat dengan wanita kecuali syaitan adalah yang ketiga, hadis ini menegaskan diharamkannya berkhalwat bagi seorang lelaki dengan wanita asing atau bukan mahramnya. Kerana itu Nabi saw melalui syariat ini menginginkan kita mengelakkan banyak penyakit sosial dan fizikal.

Ketika seorang beriman mampu mengelakkan diri dari melihat wanita (yang bukan mahram) dan mengelakkan diri dari berkhalwat dengan mereka, maka dia mampu mencegah penyebaran amoralitas dan dengan demikian melindungi masyarakat dari penyakit wabak dan masalah sosial, dan mencegah individu dari pelbagai penyakit.

Oleh: Abdul Daim Al-Kahil

Wallahu’alam….

ANJING MUSAFIR



Diceritakan bahawa pada suatu hari Abdullah bin Jaafar sedang berpergian. Ketika sampai di sebuah kebun kurma milik seseorang, dia berhenti untuk beristirehat. Didapatinya di situ ada seorang hamba abdi berkulit hitam yang menjaga kebun kurma tersebut. Tiba-tiba hamba abdi itu mengeluarkan bekalnya untuk makan yang berupa tiga potong makanan. Seekor anjing datang menghampirinya dan berpusing-pusing berhampiran si hamba sambil menyalak sebagai tanda ingin merasa makanan itu. Lidahnya pun dihulur-hulurkannya keluar.

Hamba abdi yang peka itu mencampakkan sepotong makanannya ke arah anjing dan dimakannya. Kemudian dicampakkannya pula sepotong lagi dan dimakannya pula. Ternyata anjing itu masih belum mahu lari juga. Maka hamba abdi itu mencampakkan lagi makanannya untuk ketiga kalinya dan dimakannya lagi. Maka habislah semua bekal si hamba kerana diberikan kepada anjing yang datang.

Abdullah bin Jaafar yang melihat perkara itu sangat hairan, kerana si hamba telah memberikan semua makanannya kepada anjing.
"Wahai anakku, berapa banyakkah makananmu sehari di tempat ini?" Tanya Abdullah bin Jaafar.

"Tiga potong saja yang kesemuanya telah dimakan anjing tadi." Jawab si hamba.

"Mengapa engkau berikan semua kepada anjing itu? Dan engkau sendiri akan makan apa?" Tanya Abdullah.

"Wahai tuan. Tempat ini bukanlah kawasan anjing. Jadi aku yakin dia datang dari tempat yang jauh, sedang bermusafir dan tentu dia sangat lapar. Sedang aku sendiri, biarlah tidak makan hari ini sehingga esok." Jawab si hamba.

Mendengar itu, Abdullah berseru: "Subhanallah. Bagus...bagus. Ternyata hamba itu lebih dermawan daripada saya."

Kerana rasa terharunya dan merasa kedermawanannya masih dikalahkan oleh seorang hamba hitam, Abdullah bin Jaafar membeli kebun kurma dan hamba abdi itu dari tuannya. Kemudian dia memerdekakan si hamba, dan kebun kurma itu diberikan kepadanya. Setelah itu, dia pergi meninggalkan tempat itu untuk meneruskan perjalanannya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...