Friday, July 8, 2011

Adab berdialog dan berdebat

 

image

“Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (An-Nisa’, 4:59)

Abu Umamah meriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w bersabda: “Aku menjamin sebuah rumah di pinggiran syurga bagi orang yang meninggalkan perdebatan sekalipun ia benar, dan sebuah rumah di tengah syurga bagi orang yang meninggalkan dusta, dan sebuah rumah di puncak syurga bagi orang yang memperelokkan akhlaknya.” (H.R. Abu Dawud, Hasan)

Menurut Islam debat dan berdialog terbahagi kepada dua:
Debat & dialog yang disyariatkan – Iaitu yang bertujuan mencari dan menjunjung kebenaran, sehingga dapat menjadi sarana penyampaian dakwah.
Debat yang tercela – Yakni yg bertujuan hanya ingin menang, membela diri atau kelompoknya, tak ada niat untuk mencari kebenaran.

Bagaimana sebenarnya adab dalam berdebat dan dialog yang sesuai dengan landasan syar’ie?

Luruskan niat, mencari redha Allah dan membela kebenaran
Jujur, jauhi kedustaan
Berbekal ilmu
Berdebat pada permasalahan yang bermanfaat
Mengembalikan perselisihan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah
Menahan diri dari emosi
Tampakkan rasa cinta dan persaudaraan sebelum, ketika, dan setelah dialog
Lembut dan sabar dalam berdialog
Kembali kepada kebenaran
Jaga lisan, jauhi ucapan kotor
Puji lawan debat apabila sudah kembali pada kebenaran
Akhiri dialog apabila lawan bicara keras kepala.

Inilah sebagian adab yang harus diketahui dan dipelihara sebelum seseorang terpaksa menyampaikan kebenaran melalui debat. Wallahua’lam.

[tweetmeme only_single="false"]
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...